Indonesia adalah salah satu negara kepulauan dengan Luas Wilayah : 1,904,569 km2, dan jumlah pulau lebih dari 17 ribu, hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia pariwisata. Setiap pulau tentunya memiliki ciri khas masing-masing salah satunya adalah Pulau Rote.
Pulau Rote merupakan sebuah pulau terselatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau ini terkenal dengan budidaya lontar, wisata alam pantai, musik sasando, dan topi adat Ti‟i Langga. Rote berstatus sebagai kabupaten dengan nama Kabupaten Rote Ndao melalui UU No. 9 Tahun 2002. Wilayah ini beriklim kering karena dipengaruhi angin muson dan musim hujan relatif pendek (3-4 bulan). Bagian utara dan selatan berupa pantai dengan dataran rendah, sementara bagian tengah merupakan lembah dan perbukitan. Pulau ini dapat dikelilingi dalam jangka waktu yang relatif singkat.
Selain wisata alam, wisata budaya di Kabuapaten Rote Ndao juga sangat menarik, diantaranya musik sasando, topi adat Ti‟i Langga atau Soulangga, rumah adat raja dan tenun ikat. Sasando adalah alat musik tradisional Rote yang terbuat dari daun lontar.
Musik Sasando dipetik untuk mengiringi lagu lagu Daerah Rote dan lagu nasional lainnya. Alat ini biasa dimainkan dalam berbagai kegiatan sosial yang penting seperti pernikahan, kematian, kelahiran, dan ulang tahun. Sektor pariwisata turut mengangkat dan memperkenalkan Sasando kepada masyarakat nasional bahkan internasional.
Budaya Rote “Tu'u” adalah budaya Rote yang dipegang teguh masyarakat hingga sekarang dengan kepercayaan saling membantu meringankan beban. Tu'u biasanya di adakan suatu keluarga ketika ada anggota keluarga yang hendak menikah atau biasa disebut tu'u belis, namun semakin kesini tu'u tidak hanya saat ada pernikahan namun ketika ada anggota keluarga yang hendak melanjutkan pendidikan dengan sebutan tu'u pendidikan.
Upacara Adat Tradisional ( HUS ) Ndeo di Desa Boni Kecamatan Rote Barat Laut, merupakan lomba ketrampilan dan uji ketangkasan berkuda dan tradisi pukul kaki. Kegiatan HUS dilakukan setiap tahun pada bulan Juli hingga September untuk pemujaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan para leluhur yang berjasa dengan memohon berkat hujan bagi daerah Kabupaten Rote Ndao. Dalam acara tersebut para wanita menarikan tarian kebalai diiringi alat musik tradisional Rote (gong dan tambur). Hus mengandung nilai filosofis yang tinggi, yaitu memberi penghormatan kepada Tuhan dan para leluhur atas hujan dan hasil panen dengan beberapa prosesi, diantaranya uji ketangkasan berkuda, bekerjasama, dan sebagai ajang bersosialisasi masyarakat.
Atraksi budaya Pukul Kaki juga memikat wisatawan.Tradisi ini dilakukan dengan melilit bagian betis dengan kain baik itu kain tenun Rote atau kain biasa, namun pada acara-acara resmi lebih banyak menggunakan kain adat, kemudian dipukul dengan rotan sambil disaksikan oleh penonton.Variasi dialek dalam bahasa Rote juga menjadi salah satu kearifan local yang menarik bagi wisatawan.
Dengan kekayaan alam, seni dan budaya yang dimiliki oleh pulau Rote seharusnya dapat di kelolah dengan baik sehingga bisa meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan semakin tinggj PAD maka dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat yang ada di pulah Rote ini. Namun hal ini tidak dapat tercapai dengan efisien tanpa adanya pengelolaan sektor pariwisata yang baik dan tepat. Pemasaran merupakan langkah awal yang dapat tepat, kenapa demikian? Pemasaran dalam hal ini adalah mengekspos sesuatu perbedaan yang dapat menarik wisatawan datang berkujung. Semakin tinggi akan kedatangan wisatawan, harus diikuti dengan pembangunan infastruktur yang memadai sehingga akan lebih membuat wisatawan lebih tertarik mengunjungi pulau Rote.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar