Jumat, 21 Juli 2023

2 TAWARIK 17:1-9 PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PENDIDIKAN

Thema: Peningkatan Kualitas SDM melalui Pendidikan


Klw ada pertanyaan bagaimana meningkatkan kualitas SDM? Ya jawabannya pasti pendidikan.

Negara Jepang saat di bom kota hirosima dan nagasaki, kaisar Jepang Hirohito menanyakan pertama kali adalah berapa sisa guru yg ada di negeri itu

Yg ditanyakan bukan seberapa banyak tentara atau bgian kesehatan yg ada untuk bisa kembali berperang, namun yg di tanyakan guru yg ada atau tersisa.

Dia berpikir bahwa Jepang bisa membangun kembali negaranya tidak lain karena memperhatikan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kualititas SDM menjadi kunci keberhasilan Jepang menjadi negara maju dan mampu bersaing dengan negara lainnya di dunia. Memang, dengan kekuatan guru dan kemauan masyarakatnya untuk belajar ternyata Jepang telah kembali menjadi negara besar terutama di bidang teknologi dan ekonomi.

Negara Singapura

Luas wilayanya tdk besar, tdk memiliki sumber daya alam, kemerdekaannya pung tergolong singkat namun setelah kemerdekaan aspek yg di lihat adalah pembangunan sumber daya manusia di dahulukan, sehingga saat sdm sudah baik baru kegiatan lain di ekonomi, jasa dll bisa berjalan dgn baik dan membawa negara tersebut berkembang pesat, bahkan pelabuhan di negara singapur adalah salah satu pelabuhan tersibuk di dunia. Itu smua krna mereka melandasi dgn sdm yg baik.

Sumber daya manusia atau sdm salah satu bidang manajemen yg sangat penting, jadi untuk mencapai tujuan suatu organisasi membutukan pengelolaan sumber daya manusia yang baik.

Bacaan kita dengan jelas menjelaskan bagaimana strategi yg di lakukan oleh Yosafat saat menjadi raja di israel Selatan atau Yehuda. Ia menyadari bahwa aspek yg sangat penting dalam organisainya atau kerajaannya adalah SDM. Bahkan stiap orang yg diutus untuk mengajar bangsanya bukanlah orang biasa atau orang sering sebut bukan kaleng-kaleng,

ia mengutus pembesar-pembesar untuk mengajar 

Hal penting yang dilakukan yosafat adalah ia melandasi dirinya dahulu takut akan Tuhan, dan hidup sturut dengan jln Tuhan.

Setelah melandasi diri dgn takut Tuhan, ia mulai membenahi kehidupan masyarakatnya dengan pendidikan, tadi sempat di singgung bahwa ia mengirim utusan untuk mengajar di seluruh kota, orang yg di utus juga bukan orang sembarang melaikan petinggi kerajaan.

Yosafat tidak memberikan petinggi di kerajaannya hanya makan gaji buta dari pemberian rakyat.

Selain para petinggi kerajaan turut juga ada orang lewi, orang lewi ini adalah suku yang mendapatkan tugas khusus dalam pelayanan.

Adapun peran suku Lewi atau orang-orang lewi yakni mempersembahkan korban-korban serta menaikan doa, menafsirkan urim dan tumim, harus dapat membedakan kudus dan tidak kudus, najis dan tidak najis, menyalakan kandil, meniup serunai perak, memberikan berkat dalam nama Allah, penasehat umat, menjaga kemah suci.

Ini menerangkan bahwa Raja Yosafat tidak hanya memberikan rakyatnya pengajaran agar mereka pandai tetapi juga memberikan mereka pelajaran rohani agar mereka tidak menyimpang ke kanan atau ke keri, namun tetap di jalan yg sudah Tuhan tunjukan.

Rekan² sepelayanan yg di berkati Tuhan, pokok penting yg saya tarik dari bacaan kita adalah Pintar saja tidak cukup, perlu adanya pembelajaran Rohani agar tetap menuntun stiap perjalanan hidup, perilaku, tindakan.

Pengajaran yang baik akan mencerdaskan, tetapi pengenalan firman Tuhan membawa damai sejahtera.

Kiranya firman Tuhan memberkati kita smua, amin.

Sabtu, 18 Maret 2023

Kisah Para Rasul 10:34-38 Thema Kasih Tuhan bagi segala bangsa

Berbicara tentang kasih Tuhan sudah ada dari perjanjian lama, dari kisah penciptaan manusia, Adam dan Hawa jatuh dalam Dosa namun Tuhan masih menunjukan kasih setia kepada mereka dengan memberikan mereka keturunan, penyertaan bangsa Israel keluar dari Mesir ada tiang awan dan tiang api, Raja Daud yg kecil namun karena kasih Tuhan ia bisa mengalahkan Goliat yg tubuhnya besar, dan masih banyak lagi.

Pada bacaan kita pagi hari ini dua ayat pertama sangat jelas menggambarkan kasih Tuhan kepada manusia itu tdk membedakan dia dri suku ini, dia dri bangsa ini, dia dari manapun Tuhan selalu mengasihi, apabila ia percaya dan melakukan apa kehendak Tuhan.

Kalau kita mendengar khotbah dari pendeta, masing² dengan karunia sendiri. Kita bisa mengengar khotbah beberapa pendeta itu menekankan kepada percaya kepada Yesus maka selamat. Percaya kepada Yesus dan melakukan apa yg dikehendakinya, kenapa demikian?

Kita kristen, bukan karna lahir dari keluarga kristen saja tapi bgaimana dalam sikap, kita mencerimnkan kasih Tuhan sehingga kita yang menjadi pelita untuk menerangi bagian yang gelap

Sudahkah kita merasakan kasih Tuhan hari ini?

Tentu setiap orang slalu merasakan kasih Tuhan dalam kehidupannya, baik saat tidur Tuhan menjaga, saat pagi masih bisa bangun, dapat beraktifitas seperti biasa, itu karena kasih Tuhan.

Lalu apakah saat kita sudah memperoleh kasih Tuhan dan cukup di kita?

Teman² Rekan² yang saya kasihi, ada satu cerita yang mungkin sudah sempat kita baca, kita dengar atau sipit² sudah tau.

Teman² tau Laut Mati?

Berlokasi di antara Israel, Pelastina dan Yordania. Dgn luas skitar 41.650km² sangat luas sedangkan luas pulau timor saja hanya 30.777km², sekilas tentang laut mati.

Teman² tau Danau Galilea?

Danau Genezaret, Danau Tiberias dan lain sebagainya terlepas dari bnyk nama itu kembali kepada stiap orang lebih nyaman menyapa dgn sebutan apa.

Danau Galilea ini danau terbesar di Israel luasnya skitar 166km², luas kupang 152,59km²

Sekilas tentang Danau Galilea.

Teman² ada hal menarik dari antara dua tempat ini. Walaupun mendapatkan pasokan air yang sumbernya sama dari Sungai Yordan namun Danau Galilea yg sering kita jumpai dalam kitab perjanjian baru, mempunyai panorama yang indah, Air hangat Danau Galilea memiliki banyak flora dan fauna yang hidup, ikan-ikan dan lain sebagainya. Fauna yang terdapat di danau Galilea sangat beragam.

Sedangkan laut mati punya kadar garam yang sangat tinggi sehingga tidak ada satu flora dan fauna bisa hidup di daerah ini. Disekeliling juga gersang, bahkan di beberapa bagian mengeluarkan bau yang tidak sedap karena menampung smua air dari luar. Keunggulannya orang yang mandi tidak tenggelam alias mengapung

Apa yang dapat kita ambil dari dua contoh daerah ini?

Kuncinya adalah menerima dan memberi.

Keduanya sama² menerima pasokan air dari sungai Yordan namun laut mati menyimpannya dan tidak membagi kepada yang lain sedangkan danau Galilea menerima dari sungai Yordan dan membagikannya kepada sungai² kecil yg ada di sekitarnya.

Sama seperti kita, semua orang, siapapun dia pasti slalu menerima berkat dari Tuhan, berkat Tuhan bukan hanya tentang Materi, mari menjadi penyalur berkat Tuhan, menjadi perpanjangan tangan Tuhan, bukan panjang tangan (atau pencuri) membawa syalom Allah.

Biar lewat kita, lewat pekerjaan kita, nama Tuhan slalu di Puji.

Kiranya Tuhan memberkati kita dgn firmannya.

Rabu, 03 Maret 2021

Renungan Kejadian 2 ayat 1 sampai 7 tentang hari sabat hari perhentian

Syalom saudara-saudari yang diberkati dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Kejadian 2 ayat 1 sampai 7 adalah saru kesatuan yang tidak terpisahkan dari kejadian 1 ayat 1 sampai 31 karena ini masih tentang penciptaan. Saya sengaja tidak satukan dengan renungan sebelumnya karena disini sedikit ada perbedaan tanggapan antar sesama umat percaya kaum Kristiani yaitu hari sabat.

Hari ketujuh hari peristirahatan, ada yang menggunakan ini sebagai dasar sehingga tidak ke Gereja karena ini hari peristirahatan setelah 6 hari lamanya bekerja. Tetapi ingat bahwa Allah memberkati dan menguduskannya. Bukan beristirahat seperti yang dipikirkan.

Setelah Allah menciptakan bumi dan isinya yaitu 6 hari lamanya, pada hari ketuju Allah memberkati dan menguduskan hari tersebut. Ada yang beranggapan dan mengatakan bahwa yang beribadah pada hari minggu itu salah karena hari sabat itu adalah hari sabtu. Ya memang kalau kita coba mencari tau bahwa hari sabat itu adalah hari apa tentu kita akan mendapatkan bahwa hari sabat yaitu hari sabtu. Dan hari minggu itu adalah hari pertama dalam sepekan. Hari minggu ditetapkan sebagai hari peristirahatan oleh Kaisar Konstantinus I pada tanggal 7 Maret 321 untuk bangsa Romawi. Seiring berjalannya waktu gereja mula-mula memperingatinya sebagai hari perhentian sekaligus peringatan akan kebangkitan Yesus.

Terlepas dari semuanya itu, saya rasa untuk berterima kasih kepada Tuhan atas anugerahNya itu tidak harus menunggu untuk hari sabat atau hari minggu baru ke Gereja, tetapi slalu setiap saat. Hari ketujuh atau hari terakir Allah menyelesaikan pekerjaannya bukankah demikina berarti malam hari setelah kita bekerja kita patut untuk menguduskan hari tersebut? Kita berterima kasih kepada Allah karena ia selalu menyertai kita selama seharian kita beraktifitas? Lalu untuk apa kita berdebat tentang hari apa yang baik dan benar menurut Alkitab untuk dijadikan hari perhentian memuji Tuhan.

Setiap hari adalah hari sabat, jadikan itu sebagai pedoman untuk selalu mengucap syukur kepada Tuhan karena kita tidak tau apa yang akan terjadi hari esok. Kita menunggu untuk hari sabat dan pergi ke Gereja namun sebelum hari sabat kita sudah dipanggilNya pulang. Tidak harus ibadah hari sabat yang seperti dalam Alkitab, semua hari adalah baik adanya. Selalu mengucap syukur untuk satu hari yang sudah dilalui. Selalu doakan apa yang kita kerjakan sehingga dapat membuahkan hasil yang baik, kiranya kasih Allah menyertai, memberkati, memelihara kita semua sampai selama-lamanya. Amin😇

Renungan Kejadian 1 ayat 1 sampai 31

Syalom salam damai sejahtera untuk kita semua dimana pun kita berada. Saudara yang dikasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, thema dari renungan kita adalah penciptaan. Dengan berfirman maka segala yang dikehendaki Allah akan jadi dengan begitu sempurnah, tidak ada yang diciptakan Allah itu cacat dimana segala sesuatu setelah diciptakanNya ia melihat itu baik adanya. Saudara yang dikasihi dalam Tuhan Yesus Kristus, ini mau mengajarkan apa? Mau mengajarkan kepada kita bahwa apa pun yang di rancang Tuhan itu luar biasa dahsyat yang melampaui akal manusia, hanya dengan berfirman segala sesuatu jadi berarti itu tentang iman, jika kita sungguh percaya kepada Tuhan pasti Tuhan memberikan berkatnya. Begitu luar biasa Allah menata ciptaannya, Allah menata semua dengan makwyd dan tujuan yang indah sesuai urutannya. Hari pertama Allah menciptakan langit dan bumi, bumi tempat berpijak semua makluk baik yang hidup maupun mati, jika Allah menciptakan dahulu tumbu-tumbuhan lalu dimana mereka akan tumbuh, jika Allah menciptakan dahulu binatang-binatang dimana mereka akan hidup. Allah sudah merancang segala sesuatu itu indah, lalu mengapa kita masih kuatir akan hari esok? Urutan penciptaan itu jelas menggambarkan segala sesuatu itu punya maksud dan tujuannya, cuman kita yang kuatir akan hidup ini. Setelah menciptakan segalanya, Allah menciptakan Manusia pada akhir, kenapa demikian? Supayah manusia berkuasa akan semua binatang lain, ibarat manusia itu seperti kepala yang berkuasa akan ciptaan Allah. Manusia di ciptakan sesuai gambar dan rupa Allah, jadi jangan memandang sesama kita itu jelek, hitam, dan segala yang buruk, kenapa? Karena dengan jelas manusia itu diciptakan sesuai gambar Allah. Segala ciptaan Allah selalu dibilangNya bahwa baik adanya, lalu kenapa manusia yang menilai, bukankah manusia yang satu dengan manusia lain adalah ciptaan? Sedangan Penciptanya saja mengatakan segalanya baik. Mari kita saling menghargai sesama manusia karena kita semua adalah ciptaan, kita tidak pantas memberi penilaian untuk ciptaan lain karena kita juga adalah ciptaan. Saling menghormati, saling menghargai, saling mengasihi, saling menyayangi, pancarkan terang kasih Allah kepada Dunia bahwa Allah itu Maha Mulia yang kerajaannya tidak akan berkesudahan sampai selama-lamanya. Amin😇

Kamis, 10 Desember 2020

Audit Dana-Dana Khusus

 

MAKALAH AUDIT SEKTOR PUBLIK

“Audit Dana-Dana Khusus”

 

Disusun Oleh             : Kelompok G

                                   Meliani Helena Suryanti Netha  (1710020150)

                                   Enjelita Tabbi                                      (1710020034)

                                   Ishak Ndun                                              (1710020112)

                                   Rosina Delfira Kenjam                         (1610020075)

                                   Kresensia Mitha Mahar               (1710020142

                                   Viona Jesica Marcus                                    (1710020182)

                                   Yumina Mabel                         (1610020198)

 

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

JURUSAN AKUNTANSI

KUPANG 2020

 

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena RahmatNya kami dari kelompok G dapat  menyelesaikan makalah yang berjudul tentang Audit Dana-Dana Khusus. semoga makalah ini bermanfaat bagi yang membacanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

HALAM JUDUL ................................ i

KATA PENGANTAR............................... ii

DAFTAR ISI.............................. iii

BAB I PENDAUHULUAN............................... 1

1.1 Latar Belakang.......................... 1

1.2 Rumusan Masalah............................ ............................ .......................... 1

1.3 Tujuan Masalah.......................... 1

BAB II PEMBAHASANA............................... 2

2.1 Pengantar Audit Dana.......................... 2

2.2 Esensi Audit Dana Dan Tujuan Audit Dana.......................... 5

2.3 Metodologi Audit.......................... 8

2.4 Pendahuluan Ck.......................... 9

2.5 Gambaran Umum Program- Ketentuan Program........................ 10

2.6 Pengendalian Dan Pelaporan Organisasi........................ 12

2.7 Dana Operasional Monitoring........................ 16

BAB III PENUTUP............................. 19

3.1 Kesimpulan........................ 19

DAFTAR PUSTAKA............................. 20

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah

Dana kas  merupakan harta perusahaan yang paling liquid sehingga sangat mudah untuk diselewengkan. Setiap hari hanpir seluruh transaksi dalam perusahaan menyangkut dengan kas, oleh karena itu perusahaan harus membuat suatu sistem yang kuat untuk mengontrol pengeluaran atau penerimaan dana kas.

Walaupun pengendalian intern yang dibuat oleh perusahaan kuat, namun tak selayaknya perusahaan yakin dengan manajemen dan sistem yang dibuat, perusahaan tetap harus melakukan pemeriksaan terhadap dana kas dan seluruh akun dalam laporan keuangan perusahaan. Audit perusahaan juga turut serta dalam mengontrol sistem tersebut, selain itu audit juga memberikan kepercayaan bahwa laporan keuangan suatu perusahaan dapat dinyatakan benar. Sehingga setiap perusahaan terutama perusahaan yang besar wajib mengaudit perusahaannya.

1.2    Rumusan Masalah

1.      Apakah pengertian audit dana?

2.      Bagimana proses audit dana?

3.      Apakah esensi dan tujuan audit dana?

4.      Bagaimana metodologi audit dana?

1.3    Tujuan Penulisan

1.      Untuk menjelaskan apakah pengertian audit dana.

2.      Untuk memahami bagaimana proses audit dana.

3.      Untuk menjelaskan apakah esensi dan tujuan audit dana.

4.      Untuk memahami bagaimana metodologi audit dana.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Audit Dana

Auditing adalah suatu proses sistematis untuk memperoleh serta mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi-asersi kegiatan dan peristiwa ekonomi, dengan tujuan menetapkan derajat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif berarti memeriksa dasar asersi serta mengevaluasi hasil pemeriksaan tersebut tanpa memihak dan berprasangka, baik untuk atau terhadap perorangan (atau entitas) yang membuat asersi tersebut. Sedangkan dana kas  merupakan harta perusahaan yang paling liquid sehingga sangat mudah untuk diselewengkan. Setiap hari hanpir seluruh transaksi dalam perusahaan menyangkut dengan kas, oleh karena itu perusahaan harus membuat suatu sistem yang kuat untuk mengontrol pengeluaran atau penerimaan dana kas. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa Audit dana tergolong audit Khusus yang merupakan  jenis audit yang lebih bersifat untuk mencari dan mengungkap ketidakberesan, kejanggalan akuntansi dan transaksi keuangan serta hal-hal yang tidak sesuai dalam suatu kegiatan yang wajar.

Hibah dan kontribusi adalah bagian dari belanja yang disebut pembayaran transfer (transfer payment). Pembayaran transfer adalah transfer uang dari pemerintah kepada orang pribadi dan kepada berbagai jenis organisasi termasuk dunia usaha dan bagian dari pemerintah yang lain dimana pemerintah tidak secara langsung memperoleh barang/jasa sebagai pengembaliannya.

Hibah adalah pembayaran transfer yang tidak bersyarat. Ini berarti jika orang-orang atau organisasi yang  memenuhi kelayakan untuk memperoleh hibah, pembayaran yang tepat dapat dilakukan tanpa mengharuskan penerima memenuhi persyaratan yang lain. Sebaliknya kontribusi adalah pembayaran transfer yang harus memenuhi kriteria kinerja yang telah ditetapkan dalam perjanjian kontribusi. Pihak penerima harus terus menunjukan bahwa kriteria kinerja telah dipenuhi agar supaya biaya sepanjang perjanjian dapat diganti kembali.

Dalam rangka menyukseskan tercapainya tujuan yang telah disusun dalam rencana kerja pemerintah, terdapat program pemerintah yang melakukan penyaluran dana kepada masyarakat dimana dana itu sendiri berasal dari APBN. Penyaluran dana ini selanjutnya dikelola oleh satuan kerja pemerintah yang berkaitan dengan program tersebut.

Pemberian dana kepada publik yang dikelola oleh satuan kerja pemerintah yang membawahi program ini dapat dikategorikan pembayaran transfer yang bersifat kontribusi dimana satuan kerja pemerintah harus dapat mempertanggungjawabkan dana yang dikelolanya kepada pemerintah selaku pemberi dana. Untuk memastikan bahwa satuan kerja pemerintah telah menjalankan program dengan efektif, ekonomis, dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku maka perlu dilakukan audit atas pengelolaan dana untuk program tersebut.

Dana penyaluran kepada masyarakat ini dikelola secara terpisah oleh departemen yang berkaitan sesuai dengan tujuannya. Sebagai contoh, Dana Penyaluran Subsidi Bahan Bakar Minyak untuk sekolah-sekolah dikelola oleh Departemen Pendidikan Nasional, Dana Untuk Penanggulangan Bencana Alam, dan Dana Untuk Jaring Pengaman Sosial dikelola oleh Departemen Sosial. Departemen Pemerintah ini berfungsi sebagai Institusi Administrasi.

Departemen Pemerintah dan satuan kerja dibawahnya harus menjamin keamanan dan integritas dari dana penyaluran kepada masyarakat yang dikelolanya, menjadwalkan dan melakukan penyerahan dana tersebut sesuai dengan tujuan penyerahan dana tersebut. Institusi administrasi tidak boleh keliru mengelola dana ini, melakukan pembebanan administrasi yang dibebankan kepada dana ini serta mengubah dana tersebut menjadi dana untuk aplikasi pembayaran.

Dalam mengaudit dana penyaluran kepada masyarakat ini, proses audit dapat dilakukan terhadapt empat hal yaitu sebagai berikut:

1.   Audit terhadap pendapatan dana

Audit terhadap pendapatan dana harus berfokus terhadap masalah-masalah berikut:

a)   Kesalahan dalam pencatatan penerimaan dana dari pemerintah atau menerima dana tanpa ada dokumen formal yang membatasi penerimaan dana dari pemerintah.

b)   Kesalahan dalam penyetoran dana penyaluran dalam bank serta menetapkan bendahara lain yang tidak terotorisasi.

2.   Audit terhadap alokasi dana

Audit terhadap alokasi dana harus berfokus terhadap masalah-masalah berikut:

a)   Apakah program alokasi telah ditelaah dan disahkan oleh departemen yang berkaitan

b)   Apakah dana telah dialokasikan dengan meminta penerima untuk memenuhi syarat kelayakan terlebih dahulu

c)   Apakah dana telah dialokasikan dan telah ditutup, apakah institusi administrasi mengenakan biaya administrasi, mendapatkan pendapatan lain-lain dari penyaluran tersebut.

d) Apakah ada dana alokasi yang tidak terbayarkan karena terlalu banyak pihak perantara atau ada dana yang ditahan ditingkat-tingkat tertentu sehingga masyarakat yang berhak tidak menerima dana penyaluran tersebut.

3.   Audit terhadap belanja dana

Audit terhadap belanja dari dana penyaluran harus berfokus pada masalah-masalah berikut:

a)   Penyalagunaan dana penyaluran oleh institusi administrasi yaitu dengan membebankan beban institusi administrasi sebagai beban administrasi dana penyaluran.

b)   Pengalokasian kembali barang-barang yang diperoleh melalui dana penyaluran untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan memindahkan otorisasi penggunaan kepada pihak atau orang lain.

4.   Audit terhadap manajemen dana

Audit terhadap manajemen berfokus pada masalah berikut:

a)    Apakah sistem pengendalian intern dapat diandalkan dan efektif

b)   Apakah terdapat pemeriksaan yang tegas dan formalitas dalam pemberian persetujuan atas penjadwalan, pengalokasian dan aplikasi dana.

c)    Apakah terdapat manajemen terhadap barang-barang fisik

d)   Apakah harga penjualan barang-barang fisik ditelaah oleh administrasi harga

e)    Apakah pembukaan rekening sesuai dengan peraturan yang ditetapkans

 

 

2.2        Esensi Audit Dana Dan  Tujuan Audit Dana

1.   Esensi Audit Dana

Inti dari audit terhadap hibah dan kontribusi adalah menentukan  apakah manajemen keuangan dan pengendalian telah didukung dengan bukti yang jelas. Harus terdapat bukti yang jelas mengenai hal-hal berikut:

1.   Integritas dalam perancangan program sesuai dengan kepentingan masyarakat

2.   Dukungan dalam pengambilan keputusan pada semua tingkat manajemen

3.   Ketersediaan informasi manajemen yang tepat waktu, relevan dan dapat diandalkan baik informasi keuangan maupun nonkeuangan

4.   Manajemen risiko

5.   Penggunaan sumber daya yang efisien, efektif dan ekonomis

6.   Akuntabilitas penggunaan sumber daya

7.   Lingkungan pengendalian yang mendukung

8.   Ketaatan terhadap otoritas dan memelihara aktiva

9.   Memonitor dan melaporkan hasil aktual

Manajemen keuangan adalah bagian penting dari program penyaluran dana serta  mempertanggungjawabkan kepercayaan yang diberikan melalui sumber daya yang diberikan kepada manajer program. Terdapat 3 (tiga) bagian penting dari manajemen keuangan yaitu:

1)   Manajemen risiko dan Pengendalian.

Bagian ini penting karena organisasi mengidentifikasi risiko-risiko  yang dihadapi (semua hal yang dapat mempengaruhi kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan) dan bagian ini menetapkan rancangan kerangka untuk mengelola dan mengendalikan risiko tersebut. Bagian penting dari manajemen dan pengendalian risiko adalah lingkungan yang menyampaikan tujuan, nilai dan etika dari organisasi.

2)   Informasi.

Bagian ini penting karena organisasi menetapkan prosedur untuk mengatur dan melindungi integritas data mereka dan menghasilkan informasi yang diperlukan manajer untuk melakukan kegiatan dan mempertanggungjawabkan kegiatan mereka. Organisasi harus menyajikan informasi setiap kali diperlukan. Bagian ini termasuk manajemen sistem informasi dan informasi kinerja keuangan dan non keuangan (operasional dan program)

3)   Manajemen sumber daya.

Bagian dari manajemen keuangan ini berfokus pada mengatur dan mengarahkan sumber daya organisasi secara ekonomis, dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi. Bagian ini termasuk rencana strategik, analisis dan dukungan untuk keputusan.

Risiko didefinisikan sebagai keadaan di mana tidak ada perlindungan terhadap kegagalan atau kerugian (exposure to the chance of failure or loss).Semua yang dilakukan pemerintah mengandung risiko. Administrasi publik yang bertanggung jawab tidak berarti menghapus semua risiko karena menghapus semua risiko adalah tidak mungkin dan tidak akan tercapai. Bertanggung jawab berarti mengelola risiko yaitu menetapkan risiko apa, seberapa besar risiko yang dapat diterima berhubungan dengan hasil dari program yang diharapkan, dan selanjutnya mengatur operasinya. Risiko selalu ada. Pengelolaan risiko mencakup kehati-hatian, penerimaan dan pengendalian, penghindaran dari risiko semaksimal mungkin dan diversifikasi dan pembagian risiko apabila itu praktis.

Manajemen risiko umumnya terdiri dari langkah-langkah yaitu menjelaskan tujuan, mengidentifikasi risiko, memperkirakan risiko, memperlakukan risiko (treat risk), memonitor dan menelaah. Pendekatan atribut (attribute approach) dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko dalam program hibah dan kontribusi. Pendekatan ini menggunakan atribut dari program hibah dan kontribusi yang dikelola dengan baik.  Dengan atribut ini sebagai dasar, auditor dapat memperkirakan apa yang salah dalam program, apa kesalahan itu dan seberapa serius kesalahan itu.

Atribut dari program hibah dan kontribusi yang dikelola dengan baik terdiri dari:

1.        Memilih pendanaan program yang tepat – apakah hibah atau kontribusi – dengan mencapai keseimbangan antara prinsip-prinsip akuntabilitas kepada dewan (Parliament), analisa biaya/keuntungan yang baik, manajemen risiko, dan perlakuan yang baik terhadap penerima dana program.

2.        Manajemen program pada semua tingkat dapat menjelaskan bagaimana penerima dana diharapkan mendapatkan keuntungan dari pemberian dana dan untuk apa pemberian dana tersebut (to what end).

3.        Petugas program mengerti siapa yang menjadi tujuan penyaluran dana, atas kondisi-kondisi apa, untuk tujuan apa dan dalam jumlah berapa.

4.        Pihak-pihak yang mungkin dapat menerima dana mengetahui program yang ada.

5.        Dana digunakan untuk tujuan yang telah disetujui

6.         Masalah dengan proyek dan program dengan cepat diselesaikan.

7.         Pelaporan manajemen menunjukkan pengetahuan yang baik atas kinerja program

8.         Uang yang harus diserahkan kepada pemerintah harus dikumpulkan.

2.   Tujuan Audit

Audit atas program penyaluran dana tunai kepada masyarakat tergolong               audit ketaatan dan audit kinerja. Karena itu dalam menyusun prosedur audit dalam rangka mengumpulkan bukti audit perlu ditetapkan tujuan audit ketaatan dan tujuan audit kinerja yang berkaitan dengan program tersebut. Tujuan audit ketaatan atas penyaluran dana kepada masyarakat dijabarkan dalam tiga tepat yaitu:

1.      Tepat Sasaran. Bahwa program yang diluncurkan oleh pemerintah benar-benar diterima oleh keluarga miskin yang ditetapkan.

2.      Tepat Jumlah. Bahwa besarnya bantuan yang diberikan oleh  pemerintah melalui program ini diterima keluarga miskin dengan jumlah sesuai yang telah ditetapkan.

3.      Tepat Waktu. Bahwa dana/manfaat yang disalurkan melalui penanggung jawab, pelaksana kegiatan program diterima oleh keluarga miskin pada bulan yang telah ditetapkan dengan jumlah per keluarga miskin sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Tujuan audit kinerja penyaluran dana tunai adalah untuk menilai kinerja dari program penyaluran dana sesuai. Kinerja program ini dinilai dengan membandingkan pencapaian program dengan kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Tujuan audit kinerja penyaluran dana tunai berkaitan dengan ditemukannya masalah-masalah yang teridentifikasi menghambat kelancaran penyaluran dana tunai kepada keluarga miskin. Masalah-masalah tersebut antara lain:

a.            Tidak maksimalnya kegiatan sosialisasi karena singkatnya rentang waktu yang tersedia.

b.            Faktor keamanan, geografis dan administratif, pada daerah-daerah yang terpencil yang tidak kondusif dan faktor-faktor kependudukan lainnya yang berpengaruh seperti adanya pengungsi yang berpindah dari satu daerah ke daerah yang lain.

c.            Tidak adanya dukungan dana bantuan operasional dan pengendalian (BOP) di semua tingkatan

 

2.3        Metodologi Audit Dana.

Metodologi dalam audit atas Dana terdiri dari 4 (empat) tahap yaitu:

1.    Tahap Perencanaan

Dalam tahap ini auditor harus memahami dasar penugasan audit dan memahami program secara menyeluruh. Pemahaman ini selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan tujuan audit.

Tujuan audit inilah yang menjadi dasar dalam merencanakan prosedur-prosedur audit yang akan dilakukan. Dalam bagian dasar penugasan audit, auditor harus memahami hal-hal sebagai berikut:

·      Latar belakang audit

·      Dasar audit

·      Ruang lingkup audit

·      Tujuan audit

·      Sasaran audit

·      Periode audit, dan

·      Waktu pelaksanaan audit

Pemahaman atas dasar penugasan audit dan program yang diaudit dilakukan untuk:

·      Memahami pengendalian manajemen yang ada dalam program

·      Mengidentifikasi risiko bawaan dan pengendalian program dan serta memperkirakan tingkat risiko tersebut.

·      Mengidentifikasi kriteria evaluasi kinerja program

·      Mengidentifikasi pembatasan khusus dalam peraturan dan perundangan yang harus ditaati dalam pelaksanaan program

2.   Tahap Pengujian

Dalam tahap ini auditor melakukan prosedur audit yang ada dalam rencana program audit untuk mengumpulkan bukti dalam menilai kinerja program dan memastikan apakah program telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang telah ditetapkan.

3.   Tahap pelaporan

Dalam tahap ini auditor melaporkan temuan audit dan rekomendasi.

 

 

2.4    Pendahuluan CK

·      Pendahuluan

1.   Latar Belakang Audit

         Subsidi BBM yang dilakukan selama ini terasa kurang tepat sasaran. Pada kenyataannya subsidi tersebut lebih banyak dinikmati oleh industri dan para pemilik kendaraan pribadi yang termasuk lapisan masyarakat berpenghasilan tinggi. Selain itu subsidi pada dasarnya sangat memberikan APBN.

 Dengan kenyataan ini,pemerintah RI telah mengambil keputusan untuk mengurangi subsidi BBM ini,tetapi  pengurangan /penghematan subsidi  ini kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat yang lebih berhak menerima yaitu masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat miskin.

        Sebagai kosekuensi logis dari pengurangan  subsidi BBM ini,terjadi kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok masyarakat . Untuk menghindari efek inflatoir ini,pemerintah telah menyiapakan sejumlah paket kompensasi social.

       Dengan paket kompensasi social ini diharapkan kelompok masyarakat berpendapatan rendah akan terlindungi dari dampak inflasi yang bisa menurunkan pendapatan akibat kenaikan harga barang- barang kebutuhan pokok dan daya beli kelompok  masyarakat miskin tidak makin menurun.

2.   Ruang Lingkup Audit

      Audit dilaksanakan di tingkat Pusat dan tingkat Daerah yang meliputi kabupaten,Kecamatan seta Desa.

3.   Tujuan Audit

     Audit bertujuan untuk  menilai keberhasilan upaya pemerintah dalam mengatasi dampak kenaikan harga BBM bagi masyarakat berpenghasilan rendah,dan memberikan rekomendasi jika dijumpai kelemahan dalam kaitannya dengan peningkatan efektivitas dan efisiensi dari pelaksaan program. Keberhasilan pelaksaan program  tersebut dijabarkan dalam “Tiga Tepat”

a)       Tepat Sasaran,yaitu program yang diluncurkan oleh pemerindah  benar-benar diterima oleh keluarga miskin/berpenghasilan rendah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

b)       Tepat jumlah,yaitu besaran bantuan yang diberikan oleh Pemerintah melalui program ini diterima keluarga miskin/berpenghasilan rendah sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan .

c)       Tepat Waktu,yaitu dana/manfaat yang disalurkan melalui penanggung jawab pelaksana kegiatan program diterima oleh keluarga miskin/berpenghasilan rendah pada saat dibutuhkan.

4.   Sasaran Audit

       Sasaran audit meliputi pelaksaan  kegiatan-kegiatan yang menunjang program. Untuk       tiba pada simpulan audit yang diharapkan ,maka audit akan dilaksanakan pada seluruh       provinsi pendukung program.

5.   Periode Audit

        Periode yang diaudit adalah 1 oktober sampai dengan 31 Desember 2000

6.   Waktu Pelaksaan Audit

Audit direncanakan mulai pada bulan Desember 2001 sampai bulan januari 2002,Laporan hasil audit sudah diterima istitusi  pada tanggal 22 februari 2002.

2.5    Gambaran Umum Program

Tujuan dan Sasaran Program Sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran Dana Tunai, makan Tujuan dan Sasaran Program adalah sebagai berikut: Tujuan Program:

a)   Melindungi masyarakat atau keluarga miskin dari dampak langsung atas kenaikan harga BBM.

b)    Mempertahankan kemampuan daya beli kebutuhan energi masyarakat keluarga miskin.

c)    Menjaga stabilitas dan gejolak sosial masyarakat yang rentan terhadap pengaruh psikologis Sasaran Program:

a.    Masyarakat: adalah sasaran utama penerima bantuan dana tunai yaitu keluarga miskin dengan kriteria yang telah disepakati di tingkat Desa

b.    Lokasi: adalah daerah yang mendapatkan alokasi bantuan dana tunai yaitu Kabupaten/Kota yang secara umum mempunyai tingkat keparahan kemiskinan penduduk relatif tinggi.

Target Penerima Subsidi Program Target penerima subsidi adalah keluarga miskin dengan target penerima sejumlah 6.666,67 KK dengan jumlah dana bantuan berjumlah Rp. 200 milyar. Besarnya subsidi adalah untuk masing-masing KK Rp. 10.000/bulan selama 3 (tiga) bulan terhitung mulai Oktober s.d Desember 2000.

Mekanisme Penyaluran Penyaluran dana tunai didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

1.   Seluruh kegiatan harus diketahui oleh seluruh masyarakat dengan mudah dan terbuka (transparency)

2.   Seluruh anggota masyarakat harus berperan aktif dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan di dalam program (participation)

3.   Penyaluran subsidi dilakukan dengan cepat dan langsung kepada masyarakat penerima (Quick disbursement)

4.   Seluruh kegiatan harus dapat dipertanggungjawabkan baik secara teknis maupun administratif.

1.   Persyaratan Penerima Bantuan

Persyaratan penerima bantuan melalui mekanisme sebagai berikut:

a.      Masyarakat melalui musyawarah desa guna menentukan nama-nama kk miskin yang layak menerima dan masuk dalam daftar prioritas penerima dana tunai selanjutnya dikirim ke kecamatan.

b.      Tim pengendali kecamatan menilai usulan dari setiap desa, kemudian ditetapkan menjadi keputusan camat, selanjutnya diusulkan kepada kepala dinas pmd kabupaten/kota.

c.      Tim pengendali kabupaten/kota bersama masyarakat independen (lsm, perguruan tinggi dan kelompok masyarakat lainnya) selanjutnya ditetapkan melalui keputusan kepala kantor/dinas pmd dan menginformasikan ke camat dan kepala desa/lurah;

d.      Penentuan tersebut juga harus mempertimbangkan bahwa desa-desa yang telah menerima bantuan dari program ppk, p3dt, p2kp dan pmdke tidak masuk dalam daftar prioritas.

2.   Ketentuan Penyaluran

Penyaluran dana tunai diatur melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran, Departemen Keuangan dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Yang berhak mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) ke KPKN adalah Bendaharawan Dana Pembangunan Desa dan Kelurahan Kantor/Dinas PMD Kabupaten/Kota setempat

2. SPP yang diajukan dilampiri dengan:

a.    Alokasi Penerima Bantuan Dana Tunai yang dirinci per Kecamatan dan jumlah KK Miskin penerima subsidi per Desa sesuai pada Form AK-02 dan Form AK-03

b.   Surat Keputusan Kepala Kantor/Dinas PMD Kabupaten/Kota atas nama Bupati/Walikota yang berisi Alokasi Penerima Bantuan Dana Tunai per kecamatan dan Desa;

c.    Kuitansi tanda terima sesuai Form AK-04 3. Atas dasar SPP yang disampaikan Bendaharawan Dana Pembangunan Desa dan Kelurahan Kabupaten/Kota setempat KPKN menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) setelah meneliti dan menguji kebenaran SPP tersebut dengan transfer dana dari Rekening kas Negara

2.6 Pengendalian Dan Pelaporan

Monitoring dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Desa/Kelurahan. Monitoring dilakukan baik oleh aparat Pemerintah maupun Lembaga Masyarakat Non Pemerintah. Jadwal monitoring dilakukan secara reguler maupun insidentil dan ditujukan kepada institusi penyalur dana dan pengelola kegiatan maupun penerima langsung dana tunai. Monitoring dan evaluasi dimaksudkan untuk meyakinkan bahwa dana tunai diterima oleh yang berhak dalam jumlah, waktu dan cara yang tepat.

Tujuan Monitoring dan Evaluasi adalah :

·      Mengetahui perkembangan realisasi pelaksanaan kegiatan di lapangan.

·      Mengetahui permasalahan yang muncul di dalam pelaksanaan kegiatan baik di institusi pelaksana maupun di lapangan dan memberikan alternatif pemecahannya.

·      Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan di lapangan dan memberikan rekomendasi.

·      Memperlancar pelaksanaan kegiatan dan pencapaian sasaran di lapangan.

Untuk kebutuhan pengendalian pelaksanaan, maka laporan-laporan pelaksanaan kegiatan di setiap tingkatan pemerintahan harus dapat memberikan manfaat bagi pengambilan keputusan yang tepat, cepat dan akurat demi kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan program di masing-masing tingkatan. Hampir seluruh program tersebut disusun dan direkapitulasi ke tingkat yang lebih tinggi berdasarkan laporan dari tingkat di bawahnya. Dalam rangka keterbukaan informasi, laporan tersebut dapat diberikan kepada pihak yang memerlukan. Pelaporan kinerja pelaksanaan secara rutin dilaporkan ke tingkatan di atasnya (Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Pusat) melalui jalur struktural dan fungsional dengan mekanisme secara berjenjang sebagai berikut:

1.   Pelaporan Struktural

a.    Desa

Laporan dari desa/kelurahan disampaikan ke kecamatan dalam bentuk format laporan Kepala Desa/Lurah tentang penerima dana tunai. Form LP-01.

b.   Kecamatan

Camat merekap laporan dari desa/kelurahan dan selanjutnya disampaikan kepada Tim  Pengendali Tingkat Kabupaten/Kota tentang jumlah penerima dana tunai per desa/kelurahan. Form LP-02.

c.    Kabupaten/Kota

Sekretaris Tim Pengendali Kabupaten/Kota merekap laporan dari kecamatan dan  selanjutnya disampaikan kepada Tim Pengendali Tingkat Pusat dan tembusan ke Gubernur Cq Sekretaris Tim Pengendali Provinsi. Form LP-03.

d.   Provinsi

Sekretariat Pengendali tingkat Provinsi (Cq. Kantor PMD Provinsi) menyusun rekap hasil tembusan laporan realisasi penyerapan dana tunai berdasarkan laporan dari Tim Pengendali Tingkat Kabupaten/Kota di wilayahnya dan melaporkan ke Sekretariat Tim Pengendali Pusat paling lambat 2 (dua) minggu setelah menerima laporan dari Tim Pengendali Tingkat Kabupaten/Kota. Form LP-04.

e.    Pusat

Sekretaris Pengendali Tingkat Pusat menyampaikan laporan realisasi penyaluran dana tunai per Kabupaten kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Ketua Bappenas, Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah, Menteri Keuangan dan Tim Sosialisasi BBM Pusat.

2. Pelaporan Jalur Fungsional

KPKN setelah menerbitkan SPM untuk semua desa/kelurahan dan kelompok masyarakat melaporkan rekapitulasinya per kecamatan dan kabupaten/kota kepada Kanwil Ditjen Anggaran dengan tembusan kepada Ditjen Anggaran Departemen Keuangan dan Tim Pengendali Tingkat Kabupaten/Kota.

3. Form Laporan

a.    Form AK-01. Berita Acara Musyawarah Desa/Kelurahan dan Lampiran, Daftar hadir       Musyawarah Desa/Kelurahan.

b.   Form AK-01b, Daftar Nama Penerima Bantuan

c.    Form-AK 02, Daftar Alokasi Bantuan

d.   Form-AK 03, Rekapitulasi Alokasi Penerima Bantuan

e.    Form-AK 04, Tanda Terima Bendaharawan DPD/K

f.     Form-TT 01, Tanda Terima Desa/Kelurahan

g.   Form-LP 02, Laporan Realisasi Penyerapan Kecamatan

h.   Form-LP 03, Laporan Realisasi Penyerapan Kabupaten/Kota

i.     Form-LP 04, Laporan Realisasi Penyerapan Provinsi

§  Pengukuran Keberhasilan

Pelaksanaan Program Penyaluran Dana Tunai diarahkan pada Tiga Tepat yaitu:

1)      Tepat Sasaran. Bahwa program yang diluncurkan oleh pemerintah benar-benar diterima oleh keluarga miskin yang ditetapkan.

2)     Tepat Jumlah. Bahwa besarnya bantuan yang diberikan oleh pemerintah melalui program ini diterima keluarga miskin dengan jumlah sesuai yang telah ditetapkan.

3)      Tepat waktu. Bahwa dana/manfaat yang disalurkan melalui penanggung jawab pelaksana kegiatan program diterima oleh keluarga miskin pada bulan Oktober, November dan Desember masing-masing Rp. 10.000

Tujuan Audit dan Prosedur Audit Program Penyaluran Dana Tunai

a.      Target

Faktor Kunci Keberhasilan

 

Masalah

 

 

 

Tujuan Audit

:

:

 

:

Pencapaian Target

Penyaluran Bantuan KK Miskin belum sepenuhnya mencapai target

Untuk menilai pencapaian target penyaluran dana bantuan KK Miskin

Prosedur Audit :

1.      Dapatkan realisasi jumlah penyaluran bantuan per Kabupaten.

2.      Dapatkan jumlah bantuan sesuai rencana (Lampiran Surat Keputusan Otorisasi).

3.      Simpulan mengenai pencapaian target.

4.      Wawancara dengan Tim Pengendali Kabupaten mengapa target tidak tercapai (jika       ada  masuk dalam daftar penyebab).

b.       Sasaran

Factor Kunci Keberhasilan

Masalah

Tujuan Audit

:

:

:

ketepatan pada sasaran

masih terdapat masyarakat penerima bantuan dana tunai tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanan dana tunai subsidi

untuk menilai apakah  penyaluran dana tunai telah tepat

Prosedur Audit:

1.        Dapatkan dan lakukan pengujian atas dokumen (examine) untuk menentukan jumlah  KK miskin penerima bantuan yang ditentukan melalui musyawarah desa. Dokumen-dokumen tersebut adalah:

a.    Form AK-01 (Berita Acara Musyawarah Desa)

b.    Daftar Hadir Musyawarah Desa

c.    Form Ak-01b mengenai nama-nama KK Miskin Penerima Bantuan

d.    Form AK-02 mengenai nama-nama Desa/Kelurahan penerima bantuan

e.    Form AK-03 Rekapitulasi Penerima Bantuan

2.        Simpulkan jumlah KK penerima yang didukung dokumen musyawarah dan jumlah KK  penerima yang tidak didukung oleh dokumen wawancara.

3.        Lakukan pencocokan Data KK Miskin dari Form-Form di atas.

4.        Simpulkan jumlah KK miskin yang berbeda antar dokumen yang berhubungan penentuan KK miskin.

5.        Wawancara (konfirmasi) ke Tim Pengendali Kabupaten tentang jumlah KK Miskin yang menerima bantuan dari program PPK, P3DT, P2KP, dan PDM-DKE.

6.        Simpulkan jumlah KK Miskin yang menerima bantuan dari program tersebut.

7.        Wawancara/konfirmasi ke KK miskin tentang apakah mereka ikut musyawarah desa untuk menentukan KK Miskin penerima bantuan.

8.        Simpulkan Jumlah KK Miskin penerima bantuan yang tidak pernah ikut musyawarah.

9.        Simpulan ketepatan sasaran yaitu jumlah KK miskin diseleksi dan tidak diseleksi. Formula kinerja = 1 – (Jumlah KK miskin tidak melalui seleksi/Jumlah KK miskin melalui seleksi).

10.    Wawancara untuk mengetahui sebab-sebab terjadi penyimpangan sasaran (jika ada masuk dalam daftar penyebab).

c.    Organisasi

Faktor Kunci Keberhasilan

Masalah

 

Tujuan Audit

:

:

 

:

Eksistensi Organisasi

Masih terdapat perangkat organisasi penyalur bantuan dana tunai tidak sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran

Untuk menilai perangkat organisasi yang dikembangkan apakah sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan

Prosedur Audit:

1.        Dapatkan data mengenai jumlah perangkat organisasi yang diterbitkan dalam rangka penyaluran di tingkat Propinsi (SK Gubernur), Kabupaten/Kotamadya (SK Bupati/Walikota), Kecamatan (SK Camat), Kelurahan/Desa (Penunjukkan Kades/Lurah).

2.        Dapatkan data mengenai perangkat organisasi sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan.

3.        Teliti apakah perangkat organisasi sesuai juklak, dan berapa jumlahnya.

4.        Simpulkan tingkat ketepatan jumlah perangkat organisasi. Formula Kinerja= 1 – (Perangkat organisasi tidak sesuai juklak/Perangkat Organisasi).

5.        Wawancara untuk mengetahui sebab-sebab penyimpangan penggunaan perangkat organisasi (Jika ada masuk dalam daftar penyebab).

2.7 Dana Operasional Monitoring

1.      Dana operasional

 

Faktor kuncikeberhasilan

Masalah

 

 

Tujuan audit

:

:

 

 

:

Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi

Masih terdapat pelaksanaan Tupoksi penyaluran bantuan dana tunai tidak sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan Dana Tunai

Subsidi BBM Untuk menilai pelaksanaan Tupoksi apakah sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan

 

Prosedur Audit:

1.   Dapatkan Tupoksi masing-masing jenis organisasi di Kabupaten, Kecamatan, dan Desa

2.   Pelajari dan teliti apakah pelaksanaan Tupoksi sesuai dengan Tupoksi dalam juklak

3.   Simpulkan tingkat ketepatan pencapaian rencana kerja

4.   Formula = 1 – (Penyimpangan pelaksanaan Tupoksi/Jumlah Tupoksi yang ditetapkan)

5.   Wawancara untuk mengetahui sebab-sebab penyimpangan pelaksanaan Tupoksi (Jika ada masuk dalam daftar penyebab).

2.   Penyerapan dana

Faktor kunci keberhasilan

Masalah

 

 

Tujuan audit

:

:

 

 

:

Penyerapan Dana Bantuan dan Operasiona

Masih terdapat penyerapan dana bantuan dan dana operasional tidak sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan Dana Tunai Subsidi

BBM Untuk menilai penyerapan dana apakah sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan

Prosedur Audit:

1.        Dapatkan jumlah dana bantuan yang sudah disalurkan

2.        Dapatkan jumlah dana operasional yang terealisasi

3.        Cutoff jumlah dana tunai yang disalurkan sampai dengan 31 Desember 2000

4.        Cutoff jumlah dana operasional sampai dengan 31 Desember 2000

5.        Tentukan jumlah dana bantuan dan operasional yang tidak terserap sampai dengan 31 Desember 2000

6.        Simpulkan tingkat penyerapan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan

a.        Formula Kinerja = 1 – (Jumlah pencairan dana tidak tepat waktu/total dana)

7.        Wawancara untuk mengetahui sebab-sebab terjadi penyimpangan dari jadwal waktu yang ditetapkan (Jika ada masuk dalam daftar penyebab)

 

 

 

3.   Penyaluran dana

 

Faktor kunci keberhasilan

Masalah

 

 

Tujuan audit

:

:

 

 

:

Ketepatan penyaluran

Masih terdapat penyaluran bantuan dana tunai tidak sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran Dana Tunai Subsidi

BBM  Untuk menilai apakah pelaksanaan penyaluran dana tunai sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan

Prosedur Audit:

1.        Dapatkan dan lakukan pemeriksaan atas dokumen penyaluran dan pembayaran apakah sesuai dengan data KK Miskin. Dokumen-dokumen tersebut adalah:

a.     Form AK-04 (Tanda Terima Cash Transfer oleh PjAK)

b.    Form TT –01 (Tanda Terima oleh KK Miskin)

c.     Surat Permintaan Pembayaran

d.    Surat Perintah Membayar

e.     Form AK-02 dan AK-03

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTU

3.1    Kesimpulan

Auditing adalah suatu proses sistematis untuk memperoleh serta mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi-asersi kegiatan dan peristiwa ekonomi, dengan tujuan menetapkan derajat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Audit dana tergolong audit Khusus yang merupakan  jenis audit yang lebih bersifat untuk mencari dan mengungkap ketidakberesan, kejanggalan akuntansi dan transaksi keuangan serta hal-hal yang tidak sesuai dalam suatu kegiatan yang wajar.

Dalam mengaudit dana penyaluran kepada masyarakat ini, proses audit dapat dilakukan terhadap 4 (empat) hal yaitu:

·      Audit terhadap Pendapatan Dana

·      Audit terhadap alokasi dana

·      Audit Terhadap Belanja Dana

·      Audit terhadap manajemen dana

Audit atas program penyaluran dana tunai kepada masyarakat tergolong audit ketaatan dan audit kinerja. Karena itu dalam menyusun prosedur audit dalam rangka mengumpulkan bukti audit perlu ditetapkan tujuan audit ketaatan dan tujuan audit kinerja yang berkaitan dengan program tersebut.

Metodologi dalam audit atas Dana terdiri dari 4 (empat) tahap yaitu:

·      Tahap Perencanaan

·      Tahap Pengujian

·      Tahap pelaporan

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http:// ID.wikipedia.org/audit-dana, tanggal akses 06 November 2014 pukul 20.15 WIB

 

http:// www.scribd.com/proses-audit-dana-.html, tanggal akses  06 November 2014 pukul 20.15 WIB

2 TAWARIK 17:1-9 PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PENDIDIKAN

Thema: Peningkatan Kualitas SDM melalui Pendidikan Klw ada pertanyaan bagaimana meningkatkan kualitas SDM? Ya jawabannya pasti pendidikan. N...