Thema: Peningkatan Kualitas SDM melalui Pendidikan
Klw ada pertanyaan bagaimana meningkatkan kualitas SDM? Ya jawabannya pasti pendidikan.
Negara Jepang saat di bom kota hirosima dan nagasaki, kaisar Jepang Hirohito menanyakan pertama kali adalah berapa sisa guru yg ada di negeri itu
Yg ditanyakan bukan seberapa banyak tentara atau bgian kesehatan yg ada untuk bisa kembali berperang, namun yg di tanyakan guru yg ada atau tersisa.
Dia berpikir bahwa Jepang bisa membangun kembali negaranya tidak lain karena memperhatikan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kualititas SDM menjadi kunci keberhasilan Jepang menjadi negara maju dan mampu bersaing dengan negara lainnya di dunia. Memang, dengan kekuatan guru dan kemauan masyarakatnya untuk belajar ternyata Jepang telah kembali menjadi negara besar terutama di bidang teknologi dan ekonomi.
Negara Singapura
Luas wilayanya tdk besar, tdk memiliki sumber daya alam, kemerdekaannya pung tergolong singkat namun setelah kemerdekaan aspek yg di lihat adalah pembangunan sumber daya manusia di dahulukan, sehingga saat sdm sudah baik baru kegiatan lain di ekonomi, jasa dll bisa berjalan dgn baik dan membawa negara tersebut berkembang pesat, bahkan pelabuhan di negara singapur adalah salah satu pelabuhan tersibuk di dunia. Itu smua krna mereka melandasi dgn sdm yg baik.
Sumber daya manusia atau sdm salah satu bidang manajemen yg sangat penting, jadi untuk mencapai tujuan suatu organisasi membutukan pengelolaan sumber daya manusia yang baik.
Bacaan kita dengan jelas menjelaskan bagaimana strategi yg di lakukan oleh Yosafat saat menjadi raja di israel Selatan atau Yehuda. Ia menyadari bahwa aspek yg sangat penting dalam organisainya atau kerajaannya adalah SDM. Bahkan stiap orang yg diutus untuk mengajar bangsanya bukanlah orang biasa atau orang sering sebut bukan kaleng-kaleng,
ia mengutus pembesar-pembesar untuk mengajar
Hal penting yang dilakukan yosafat adalah ia melandasi dirinya dahulu takut akan Tuhan, dan hidup sturut dengan jln Tuhan.
Setelah melandasi diri dgn takut Tuhan, ia mulai membenahi kehidupan masyarakatnya dengan pendidikan, tadi sempat di singgung bahwa ia mengirim utusan untuk mengajar di seluruh kota, orang yg di utus juga bukan orang sembarang melaikan petinggi kerajaan.
Yosafat tidak memberikan petinggi di kerajaannya hanya makan gaji buta dari pemberian rakyat.
Selain para petinggi kerajaan turut juga ada orang lewi, orang lewi ini adalah suku yang mendapatkan tugas khusus dalam pelayanan.
Adapun peran suku Lewi atau orang-orang lewi yakni mempersembahkan korban-korban serta menaikan doa, menafsirkan urim dan tumim, harus dapat membedakan kudus dan tidak kudus, najis dan tidak najis, menyalakan kandil, meniup serunai perak, memberikan berkat dalam nama Allah, penasehat umat, menjaga kemah suci.
Ini menerangkan bahwa Raja Yosafat tidak hanya memberikan rakyatnya pengajaran agar mereka pandai tetapi juga memberikan mereka pelajaran rohani agar mereka tidak menyimpang ke kanan atau ke keri, namun tetap di jalan yg sudah Tuhan tunjukan.
Rekan² sepelayanan yg di berkati Tuhan, pokok penting yg saya tarik dari bacaan kita adalah Pintar saja tidak cukup, perlu adanya pembelajaran Rohani agar tetap menuntun stiap perjalanan hidup, perilaku, tindakan.
Pengajaran yang baik akan mencerdaskan, tetapi pengenalan firman Tuhan membawa damai sejahtera.
Kiranya firman Tuhan memberkati kita smua, amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar