Rabu, 03 Maret 2021

Renungan Kejadian 2 ayat 1 sampai 7 tentang hari sabat hari perhentian

Syalom saudara-saudari yang diberkati dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Kejadian 2 ayat 1 sampai 7 adalah saru kesatuan yang tidak terpisahkan dari kejadian 1 ayat 1 sampai 31 karena ini masih tentang penciptaan. Saya sengaja tidak satukan dengan renungan sebelumnya karena disini sedikit ada perbedaan tanggapan antar sesama umat percaya kaum Kristiani yaitu hari sabat.

Hari ketujuh hari peristirahatan, ada yang menggunakan ini sebagai dasar sehingga tidak ke Gereja karena ini hari peristirahatan setelah 6 hari lamanya bekerja. Tetapi ingat bahwa Allah memberkati dan menguduskannya. Bukan beristirahat seperti yang dipikirkan.

Setelah Allah menciptakan bumi dan isinya yaitu 6 hari lamanya, pada hari ketuju Allah memberkati dan menguduskan hari tersebut. Ada yang beranggapan dan mengatakan bahwa yang beribadah pada hari minggu itu salah karena hari sabat itu adalah hari sabtu. Ya memang kalau kita coba mencari tau bahwa hari sabat itu adalah hari apa tentu kita akan mendapatkan bahwa hari sabat yaitu hari sabtu. Dan hari minggu itu adalah hari pertama dalam sepekan. Hari minggu ditetapkan sebagai hari peristirahatan oleh Kaisar Konstantinus I pada tanggal 7 Maret 321 untuk bangsa Romawi. Seiring berjalannya waktu gereja mula-mula memperingatinya sebagai hari perhentian sekaligus peringatan akan kebangkitan Yesus.

Terlepas dari semuanya itu, saya rasa untuk berterima kasih kepada Tuhan atas anugerahNya itu tidak harus menunggu untuk hari sabat atau hari minggu baru ke Gereja, tetapi slalu setiap saat. Hari ketujuh atau hari terakir Allah menyelesaikan pekerjaannya bukankah demikina berarti malam hari setelah kita bekerja kita patut untuk menguduskan hari tersebut? Kita berterima kasih kepada Allah karena ia selalu menyertai kita selama seharian kita beraktifitas? Lalu untuk apa kita berdebat tentang hari apa yang baik dan benar menurut Alkitab untuk dijadikan hari perhentian memuji Tuhan.

Setiap hari adalah hari sabat, jadikan itu sebagai pedoman untuk selalu mengucap syukur kepada Tuhan karena kita tidak tau apa yang akan terjadi hari esok. Kita menunggu untuk hari sabat dan pergi ke Gereja namun sebelum hari sabat kita sudah dipanggilNya pulang. Tidak harus ibadah hari sabat yang seperti dalam Alkitab, semua hari adalah baik adanya. Selalu mengucap syukur untuk satu hari yang sudah dilalui. Selalu doakan apa yang kita kerjakan sehingga dapat membuahkan hasil yang baik, kiranya kasih Allah menyertai, memberkati, memelihara kita semua sampai selama-lamanya. Amin😇

Renungan Kejadian 1 ayat 1 sampai 31

Syalom salam damai sejahtera untuk kita semua dimana pun kita berada. Saudara yang dikasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, thema dari renungan kita adalah penciptaan. Dengan berfirman maka segala yang dikehendaki Allah akan jadi dengan begitu sempurnah, tidak ada yang diciptakan Allah itu cacat dimana segala sesuatu setelah diciptakanNya ia melihat itu baik adanya. Saudara yang dikasihi dalam Tuhan Yesus Kristus, ini mau mengajarkan apa? Mau mengajarkan kepada kita bahwa apa pun yang di rancang Tuhan itu luar biasa dahsyat yang melampaui akal manusia, hanya dengan berfirman segala sesuatu jadi berarti itu tentang iman, jika kita sungguh percaya kepada Tuhan pasti Tuhan memberikan berkatnya. Begitu luar biasa Allah menata ciptaannya, Allah menata semua dengan makwyd dan tujuan yang indah sesuai urutannya. Hari pertama Allah menciptakan langit dan bumi, bumi tempat berpijak semua makluk baik yang hidup maupun mati, jika Allah menciptakan dahulu tumbu-tumbuhan lalu dimana mereka akan tumbuh, jika Allah menciptakan dahulu binatang-binatang dimana mereka akan hidup. Allah sudah merancang segala sesuatu itu indah, lalu mengapa kita masih kuatir akan hari esok? Urutan penciptaan itu jelas menggambarkan segala sesuatu itu punya maksud dan tujuannya, cuman kita yang kuatir akan hidup ini. Setelah menciptakan segalanya, Allah menciptakan Manusia pada akhir, kenapa demikian? Supayah manusia berkuasa akan semua binatang lain, ibarat manusia itu seperti kepala yang berkuasa akan ciptaan Allah. Manusia di ciptakan sesuai gambar dan rupa Allah, jadi jangan memandang sesama kita itu jelek, hitam, dan segala yang buruk, kenapa? Karena dengan jelas manusia itu diciptakan sesuai gambar Allah. Segala ciptaan Allah selalu dibilangNya bahwa baik adanya, lalu kenapa manusia yang menilai, bukankah manusia yang satu dengan manusia lain adalah ciptaan? Sedangan Penciptanya saja mengatakan segalanya baik. Mari kita saling menghargai sesama manusia karena kita semua adalah ciptaan, kita tidak pantas memberi penilaian untuk ciptaan lain karena kita juga adalah ciptaan. Saling menghormati, saling menghargai, saling mengasihi, saling menyayangi, pancarkan terang kasih Allah kepada Dunia bahwa Allah itu Maha Mulia yang kerajaannya tidak akan berkesudahan sampai selama-lamanya. Amin😇

2 TAWARIK 17:1-9 PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PENDIDIKAN

Thema: Peningkatan Kualitas SDM melalui Pendidikan Klw ada pertanyaan bagaimana meningkatkan kualitas SDM? Ya jawabannya pasti pendidikan. N...